Tantangan Umat Akhir Zaman

On March 28th, 2011, posted in: Nasehat by | 1 Comment

Perjuangan Islam tidak selalu berjalan dengan mulus tanpa suatu rintangan dan tantangan. Perjuangan Islam akan senantiasa berdampingan dengan rintangan dan tantangan. Rintangan dan tantangan adalah kondisi yang pasti ada dalam perjuangan Islam. Sejak zaman Rasulullah SAW dan para sahabat, berbagai bentuk rintangan tidak pernah habis, terus mengiringi perjuangan Islam hingga saat ini. Siapapun yang telah melangkahkan kaki ke jalan Islam, maka sudah tentu ia akan menghadapi berbagai tantangan. Lebih-lebih pada akhir zaman, ketika agama sudah tidak begitu berharga, tergadaikan oleh dunia dan kemauan, maka agama seolah seperti pajangan yang menjadi tontonan, terkadang dianggap menghibur dan terkadang tidak. Dan bisa saja, agama dianggap musuh yang menghalangi langkah-langkah strategis dan kepentingan tertentu 

Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas RA menyatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Pada akhir zaman, suatu kaum yang berwajah Adam berhati stan keluar. Mereka seperti srigala buas yang tidak mempunyai kasih sedikitpun, acap menumpahkan darah, dan tidak membenci keburukan. Apabila engkau mengikuti mereka, maka mereka akan mendekat kepadamu. Apabila kamu menunda sesuatu untuk mereka, mereka akann menggunjingmu. Apabila kamu menyerahkan amanat kepada mereka, mereka mengkhianatimu. Pada masa kecil mere banyak berutang. Pada masa muda mereka licik. Dan pada masa tua, mereka berbuat keji. Mereka memerintahkan kebaikan, tetapi tidak meninggalkan kemungkaran. Membanggakan mereka adalah suatu kehinaan, dan mencari sesuatu yang mereka miliki adalah kafakiran. Menetap bersama mereka adalah bid’ah. Namun, melakukan bid’ah atas mereka adalah sunnah. Allah memberikan kuasa atas mereka untuk melakukan kejelekan. Kemudian, orang-orang pilihan mereka berdoa, namun itu tidak dikabulkan.”

Muslim al ‘Ibadani berkata, “Telah datang kepada kami Shalih al Mara, Abdul Wahid bin Zaid, ‘Atabah al Ghulam dan Salamah al Aswad. Mereka berhenti di suatu pantai. Lalu pada saat malam aku menyiapkan makanan untuk mereka. Aku mengundang mereka menyantap makanan itu. Ketika mereka sampai di tempatku, aku letakkan makanan di hadapan mereka. Tiba-tiba seseorang berkata (waktu itu ia berada di pantai) dengan suara keras, “Celaka kalian semua! Makanan dan nafsu telah melalaikan kalian dari rumah keabadian. Sama sekali itu tidak bermanfaat.” Kemudian, ‘Utbah berteriak denga keras lalu jatuh pingsan. Sementara orang-orang menangis. Melihat ini, aku mengangkat kembali makanan. Sehingga mereka tidak menikmati satu suap pun makanan itu.”

Mu’adz bin Jabal berkata, Rasulullah berkata, “Suatu zaman akan datang kepada manusia. Mereka meninggalkan sunnahku dan memperbanyak bid’ah. Barang siapa mengikuti sunnahku pada hari ini, maka ia akan menjadi asing dan sendirian pada zaman itu. Sementara barang siapa mengikuti bid’ah orang-orang itu, maka ia akan menemukan lima puluh teman atau lebih.” Lalu para sahabat berkata, “Apakah sesudah kami ada seorang yang lebih utama dari pada kami?” “Ya”, jawab beliau. “Apakah mereka melihat engkau?” “Tidak”, ujar beliau. “Apakah wahyu turun kepada mereka?” tanya mereka. “Tidak” “Bagaimana mereka?” Beliau menjawab, “Mereka seperti garam berada di air. Hati mereka hancur seperti hancurnya garam didalam air.” “Lalu bagaimana mereka hidup pada zaman itu?” “Seperti ulat dalam cukak.” “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka menjaga agama mereka?” “Seperti bara api di kedua tangan. Apabila engkau menaruhnya (membiarkannya), ia akan padam. Namun, apabila engkau mengambilnya dengan tangan, maka ia akan membakar.”

Sumber: Kitab  Ushfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar al ‘Ushfuri

 

One Response to “Tantangan Umat Akhir Zaman”

Leave a Reply